
Memahami Induk Kalimat dan Anak Kalimat
Pernah dengar istilah induk kalimat dan anak kalimat waktu belajar Bahasa Indonesia?
Kalimat majemuk sering muncul di soal ujian atau latihan menulis, dan dua istilah ini sering bikin bingung.
Padahal, kalau kamu paham logikanya, gampang banget membedakan mana induk dan mana anak kalimat.
Yuk, kita bahas dengan cara yang ringan dan mudah dimengerti — biar kamu nggak salah lagi pas ngerjain soal Bahasa Indonesia!
Apa Itu Induk Kalimat?
Bayangin kalimat seperti sebuah keluarga.
Induk kalimat itu ibarat orang tua — bisa hidup sendiri, punya arti lengkap, dan tetap bisa dimengerti tanpa tambahan bagian lain.
Ciri-ciri Induk Kalimat:
✅ Bisa berdiri sendiri dan tetap bermakna utuh.
✅ Memiliki subjek dan predikat yang jelas.
✅ Tidak diawali oleh kata penghubung seperti karena, agar, jika, dan sebagainya.
Contoh:
Saya pergi ke pasar karena hujan sudah reda.
Bagian “Saya pergi ke pasar” bisa berdiri sendiri dan tetap bermakna jelas.
Inilah yang disebut induk kalimat — bagian utama dari kalimat yang bisa berdiri tanpa bantuan bagian lain.
Apa Itu Anak Kalimat?
Kalau induk kalimat ibarat orang tua, maka anak kalimat adalah anaknya.
Artinya, anak kalimat belum bisa berdiri sendiri — maknanya tergantung pada induk kalimat.
Ciri-ciri Anak Kalimat:
❌ Tidak bisa berdiri sendiri.
❌ Maknanya bergantung pada induk kalimat.
✅ Biasanya diawali konjungsi subordinatif seperti karena, agar, supaya, meskipun, ketika, dan lain-lain.
Contoh:
Saya pergi ke pasar karena hujan sudah reda.
Bagian “karena hujan sudah reda” tidak bisa berdiri sendiri, maknanya terasa janggal.
Itulah anak kalimat.
Perbedaan Induk Kalimat dan Anak Kalimat
| Aspek | Induk Kalimat | Anak Kalimat |
|---|---|---|
| Makna | Sudah lengkap dan bisa berdiri sendiri | Tidak lengkap, butuh induk kalimat |
| Konjungsi | Tidak diawali kata penghubung | Diawali kata seperti karena, agar, kalau |
| Fungsi | Menjadi kalimat utama | Menjelaskan atau melengkapi induk kalimat |
| Contoh | Saya pergi ke pasar | karena hujan sudah reda |
Contoh Kalimat Majemuk dengan Induk dan Anak Kalimat
Saya belajar dengan giat agar bisa lulus ujian.
Induk kalimat: Saya belajar dengan giat
Anak kalimat: agar bisa lulus ujian
Dia tetap berangkat sekolah meskipun sedang sakit.
Induk kalimat: Dia tetap berangkat sekolah
Anak kalimat: meskipun sedang sakit
Kita bermain di luar setelah hujan berhenti.
Induk kalimat: Kita bermain di luar
Anak kalimat: setelah hujan berhenti
Tips Membedakan Induk Kalimat dan Anak Kalimat
Pisahkan kalimatnya.
Jika salah satu bisa berdiri sendiri, itu induk kalimat.Perhatikan kata penghubung.
Jika diawali karena, agar, supaya, meskipun, kemungkinan besar itu anak kalimat.Uji makna.
Kalau maknanya terasa menggantung saat berdiri sendiri, berarti itu anak kalimat.
Pentingnya Memahami Induk dan Anak Kalimat
Memahami struktur kalimat penting banget, apalagi buat kamu yang:
Sedang persiapan ujian sekolah atau UTBK.
Ingin menulis esai dengan struktur logis.
Mau menulis dengan gaya yang jelas dan efektif.
Dengan memahami induk dan anak kalimat, kamu bisa membuat tulisan yang lebih teratur, enak dibaca, dan mudah dimengerti.
Kesimpulan: Bedakan dengan Mudah Induk Kalimat vs Anak Kalimat
Induk kalimat: bisa berdiri sendiri karena maknanya lengkap.
Anak kalimat: butuh induk kalimat agar maknanya utuh.
Kalau kamu sudah paham perbedaannya, nulis dan menjawab soal Bahasa Indonesia bakal jauh lebih gampang.
Mulai sekarang, yuk biasakan mengenali struktur kalimat setiap kali kamu membaca atau menulis teks!


