Akronim vs Singkatan: Ini Perbedaannya!

Perbedaan akronim dan singkatan dalam bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, akronim dan singkatan sering digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari media massa, dokumen resmi, hingga percakapan sehari-hari. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap akronim dan singkatan sebagai hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari cara pembentukan, pelafalan, hingga penggunaannya dalam kalimat.

Memahami perbedaan akronim dan singkatan penting agar penggunaan bahasa Indonesia tetap tepat, terutama dalam penulisan akademik, jurnalistik, dan dokumen resmi.


Pengertian Singkatan dalam Bahasa Indonesia

Singkatan adalah bentuk pemendekan kata yang terdiri atas huruf atau gabungan huruf tertentu. Dalam sistem akronim dan singkatan, singkatan dibaca dengan cara dieja huruf per huruf, bukan dibaca sebagai satu kata utuh.

Ciri-ciri Singkatan

  • Terdiri atas huruf kapital atau gabungan huruf

  • Dibaca dengan cara dieja

  • Tidak dapat diberi imbuhan

Contoh Singkatan

  • SMP (Sekolah Menengah Pertama) → dibaca es-em-pe

  • KTP (Kartu Tanda Penduduk) → dibaca ka-te-pe

Singkatan umumnya digunakan dalam konteks formal seperti administrasi pemerintahan, pendidikan, dan dokumen resmi.


Pengertian Akronim dan Ciri-cirinya

Akronim merupakan bagian dari abreviasi yang dibentuk dari huruf awal, suku kata, atau gabungan keduanya sehingga menghasilkan kata baru yang dapat dibaca secara wajar dalam bahasa Indonesia. Dalam pembahasan akronim dan singkatan, akronim memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi dalam penggunaan sehari-hari.

Ciri-ciri Akronim

  • Dibaca sebagai satu kata utuh

  • Pelafalannya terdengar alami

  • Dapat ditulis dengan huruf kapital atau huruf kecil

  • Sebagian akronim dapat diberi imbuhan

Contoh Akronim

  • Bulog → Badan Urusan Logistik

  • tilang → bukti pelanggaran

Karena dilafalkan seperti kata biasa, akronim sering digunakan dalam komunikasi lisan maupun tulisan nonformal.


Akronim yang Dapat Diberi Imbuhan

Salah satu perbedaan penting dalam akronim dan singkatan adalah kemampuan akronim untuk menerima imbuhan. Akronim dapat berfungsi layaknya kata kerja atau kata benda.

Contoh Penggunaan Imbuhan pada Akronim

  • tilang → menilang

  • tilang → ditilang

  • tilang → penilangan

Singkatan tidak memiliki kemampuan ini karena tidak dibaca sebagai kata utuh.


Perbedaan Akronim dan Singkatan

Meskipun sama-sama merupakan bentuk pemendekan kata, akronim dan singkatan tidak bisa disamakan.

Perbedaannya dapat diringkas sebagai berikut:

  • Singkatan dibaca dengan cara dieja huruf per huruf

  • Akronim dibaca sebagai kata yang wajar

  • Akronim dapat diberi imbuhan, singkatan tidak

Memahami perbedaan ini membantu kita menggunakan bahasa Indonesia secara lebih tepat dan sesuai kaidah.


Contoh akronim dan singkatan sesuai kaidah bahasa IndonesiaPenggunaan Akronim dan Singkatan yang Tepat

Pemahaman tentang akronim dan singkatan sangat penting dalam dunia akademik, jurnalistik, dan administrasi. Penggunaan istilah yang tepat mencerminkan ketelitian berbahasa sekaligus meningkatkan kejelasan informasi.

Dengan memahami perbedaan akronim dan singkatan, kita dapat berkomunikasi secara lebih efektif tanpa mengorbankan ketepatan bahasa.

Melalui Try Out di Naiju, kamu bisa:

  • Berlatih soal literasi sesuai standar UTBK

  • Menguji pemahaman teks secara menyeluruh, bukan sekadar hafalan

  • Mengetahui kesalahan dan memahami pembahasan secara terarah

Naiju tidak hanya memberi nilai, tetapi membantu kamu memahami mengapa jawaban benar atau salah.
Karena kemampuan bahasa yang kuat adalah fondasi berpikir kritis dan sukses akademik.

👉 Yuk, mulai latihan bareng Naiju Try Out sekarang dan tingkatkan literasimu dengan cara yang tepat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top